Generasi Milenial Bayar Pakai Cashless

Source of image: http://www.jec.cl/articulos/?p=118883

Hallo Millennials, kali ini aku akan sharing tentang sistem pembayaran cashless.Sistem pembayaran ini udah marak beberapa tahun terakhir. Transaksi pembayaran ini ngga pakai uang cash tapi diganti dengan kartu (debit card, credit card, maupun e-money card), mobile payment application, dan nfc payment apps. Aku pernah menjelajah beberapa kartu serta beberapa aplikasi mobile payment yang aku rangkum di bawah ini.

  1. Sistem cashless pakai kartu. Jenis kartu ini ada tiga kartu, yaitu kartu debit, kartu kredit, dan e-money. Untuk kartu debit bisa kita dapetin kalau kita buat akun rekening di bank. Nanti kita akan dikasih kartu ini (biasanya kita sebut ATM) sama petugas bank setelah sukses bikin rekening. Kartu debit ini bisa untuk transaksi dengan cara gesek atau tempel di beberapa merchant EDC yang bekerja sama dengan bank tersebut serta beberapa merchant EDC bank lain yang support kartu debit kalian (kalau kartu debit dipakai di mesin EDC bank lain kemungkinan ada biaya tambahan, baiknya kalian tanya dulu sama kasir waktu mau transaksi). 
    Kartu debit yang praktis dibawah kemana mana tanpa ribet bawa uang cash.
    Jenis kartu kedua adalah kartu kredit. Kartu kredit ini bisa kalian dapetin dengan cara buat di bank atau sekarang udah banyak sales promotion yang biasanya ada di mall atau tempat umum yang nawarin kalian kalau lagi jalan-jalan di sana. Biasanya cukup dengan isi aplikasi akan diproses lebih lanjut sama petugasnya. Untuk kartu kredit ini biasanya promonya lebih banyak dibanding kartu debit. Untuk promo yang ada bisa kalian update di website yang mengeluarkan kartu kredit tersebut. Fyi, kalian harus pinter pakai kartu kredit ya biar ngga bebanin kalian d belakang karena cicilan. Ingat point di sini adalah cashless. Jadi, aku saranin kalian jangan pakai kartu kredit buat ambil tunai d atm. Jadikan kartu kredit ini sebagai alat bayar terutama di e-commerce yang nawarin sistem pembayaran pakai kartu kredit atau beberapa merchant EDC yang support kartu kredit kalian. Keuntungannya kalian bisa dapet point, dari point ini kadang ada yg bisa dituker dengan miles kalau di penerbangan Garuda. Kalian juga bisa buat kartu kredit ini untuk bikin bisnis. Mulai aja dari bisnis kecil. Komposisi kartu kredit ini 60% buat belanja dan 40% buat gesek tunai. Nah kalau kalian butuh duit cash, kalian bisa adaian jastip misalnya terus pakai kartu kredit bayarnya. Nanti costumer kalian bakal bayar cash atau transfer k kartu debit kalian. Intinya purchasing with credit card. Jenis kartu yg terakhir adalah e-money. Kartu ini lebih simple karena tidak ada tanda kepemilikan kayak kartu debit atau kredit. Cara bikinnya lebih gampang. Misalnya e-money bank mandiri kerja sama dengan indomaret jadi kalian cukup beli aja atau top up di Indomaret. Flash BCA kerja sama bareng Gramedia, dan banyak lagi yang dikeluarkan setiap bank yang nanmya beda - beda. .E-money sekarang wajib punya juga kalau kita mau bayar tol.
    Tampilan uang elektronik dengan design kartu yang unik.
  2. Mobile Application Payment.Untuk aplikasi yang pernah aku pakai sampai saat ini adalah OVO, Gopay, dan Shopee-Pay. Model payment ini kalian bisa download aplikasinya lewat playstore atau appstore. Setelah itu pendaftarannya cukup pakai KTP di booth OVO yang terletak di mall yang ada dibawah management Lippo Groups atau stand mereka di luar itu (you can find it in google ya). Keunggulan pakai OVO yaitu mereka kerjasama dengan beberapa store dengan memberikan cashback setelah transaksi, e.g: Miniso, Papper Lunch, Solaria (dan banyak lagi yang aku ngga hafal) dalam bentuk OVO point. Selain itu OVO juga kerjasama dengan Tokopedia dan Grab sebagai sistem pembayaran. Kalau kita bayar Grab pakai OVO akan lebih murah dibanding bayar pakai cash. Ini salah satu point plus sistem cashless kan. Satu lagi yang bikin aku ngga mau uninstall OVO adalah bisa transfer ke semua bank tanpa biaya admin (lavv it so much) tapi OVO kita harus OVO premier kalau mau fitur ini. Kita tinggal minta upgrade waktu d OVO both sama petugas di sana. Kita juga bisa beli pulsa tanpa biaya admin kalau beli nominal 20 ribu ke atas. Satu lagi, OVO point yang udah kita dapat tadi bisa kita tukerin sama pulsa atau bayar grab. Jadi, kita bisa pilih bayar pakai OVO cash atau OVO point. Untuk top up OVO ini juga bisa di lakukan lewat mbanking tanpa biaya admin selain di OVO both.
    Tampilan aplikasi OVO di layar ponsel.
    Selain itu, kita juga bisa pakai OVO untuk bayar listrik dan tagihan wifi di rumah. Jadi, tidak perlu repot-repot ke Indomaret atau pergi ke loket lagi buat bayar. Selain OVO, untuk mobile application ada juga Go-Pay. Payment ini adalah pengembangan dari e-commerce Gojek. Fitur yang ditawarkan hampir sama dengan OVO, untuk belanja di merchant yangkerja sama dengan Gojek (listnya bisa dilihat di aplikasi), pembayaran pulsa, listrik, pdam, TV kabel, indihome, dan BPJS. Selain itu, kita juga bisa menukarkan points yang kita punya dengan penawaran yang ada. Mulai voucher yang ada di UMKM sampai merchant perusahaan besar seperti Starbuck.
Itulah beberapa cara pembayaran cashless yang telah beredar di Indonesia dan bisa kalian gunakan. Sistem pembayaran cashless ini terus dikembang dalam beberapa aplikasi digital serta market place yang menggunankan platform digital. Pastinya akan lebih banyak lagi pengembangannya di masa yang akan datang. Untuk para generasi milenial bisa mulai membiasakan diri dengan sistem pembayaran ini agar mendapat kemudahan-kemudahan serta keuntungan  dalam melakukan transaksi pembayaran cashless. So, let's try.

Thanks for reading this article. Adios.

Komentar